Islamic Widget

Saturday, July 31, 2010

RENUngaN

KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA DAN PAHALANYA

Oleh
Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Di Antara Fadhilah (Keutamaan) Berbakti Kepada Kedua Orang Tua.

Pertama
Bahwa berbakti kpd kedua orang tua ialah amal yg paling utama. Dengan dasar diantara yaitu hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.

“Arti : Dari Abdullah bin Mas’ud katanya, “Aku berta kpd Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yg paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktu (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kpd kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah” [Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9]

Dengan demikian jika ingin kebajikan hrs didahulukan amal-amal yg paling utama di antara ialah birrul walidain (berbakti kpd kedua orang tua).

Kedua
Bahwa ridla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua. Dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu HIbban, Hakim dan Imam Tirmidzi dari sahabat Abdillah bin Amr dikatakan.

“Arti : Dari Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ridla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kpd kemurkaan orang tua” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152)]

Ketiga
Bahwa berbakti kpd kedua orang tua dpt menghilangkan kesulitan yg sedang dialami yaitu dgn cara bertawasul dgn amal shahih tersebut. Dengan dasar hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Ibnu Umar.
“Arti : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada suatu hari tiga orang berjalan, lalu kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka ada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu gua. Sebagian mereka berkata pada yg lain, ‘Ingatlah amal terbaik yg pernah kamu lakukan’. Kemudian mereka memohon kpd Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dgn harapan agar Allah menghilangkan kesulitan tersebut. Salah satu diantara mereka berkata, “Ya Allah, sesungguh aku mempunyai kedua orang tua yg sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai istri dan anak-anak yg masih kecil. Aku mengembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kpd kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku hrs berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang telah larut malam dan aku dpti kedua orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi kedua namun kedua masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku tdk memberikannya. Aku tdk akan memberikan kpd siapa pun sebelum susu yg aku perah ini kuberikan kpd kedua orang tuaku. Kemudian aku tunggu sampai kedua bangun. Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kpd keduanya. Setelah kedua minum lalu kuberikan kpd anak-anaku. Ya Allah, seandai peruntukan ini ialah peruntukan yg baik krn Engkau ya Allah, bukakanlah. “Maka batu yg menutupi pintu gua itupun bergeser” [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 4/449 No. 2272), Muslim (2473) (100) Bab Qishshah Ashabil Ghaar Ats Tsalatsah Wat-Tawasul bi Shalihil A’mal]

Ini menunjukkan bahwa peruntukan berbakti kpd kedua orang tua yg pernah kita lakukan, dpt digunakan untuk bertawassul kpd Allah ketika kita mengalami kesulitan, Insya Allah kesulitan tersebut akan hilang. Berbagai kesulitan yg dialami seseorang saat ini diantara krn peruntukan durhaka kpd kedua orang tuanya.

Kalau kita mengetahui, bagaimana berat orang tua kita telah bersusah payah untuk kita, maka peruntukan ‘Si Anak’ yg ‘bergadang’ untuk memerah susu tersebut belum sebanding dgn jasa orang tua ketika mengurus sewaktu kecil.

‘Si Anak’ melakukan pekerjaan tersebut tiap hari dgn tdk ada perasaan bosan dan lelah atau yg lainnya. Bahkan ketika kedua orang tua sudah tidur, dia rela menunggu kedua bangun di pagi hari meskipun anak menangis. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan kedua orang tua hrs didahulukan daripada kebutuhan anak kita sendiri dalam rangka berbakti kpd kedua orang tua. Bahkan dalam riwayat yg lain disebutkan berbakti kpd orang tua hrs didahulukan dari pada beruntuk baik kpd istri sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma ketika diperintahkan oleh bapak (Umar bin Khaththab) untuk menceraikan istrinya, ia berta kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ceraikan istrimuu” [Hadits Riwayat Abu Dawud No. 5138, Tirimidzi No. 1189 beliau berkata, “Hadits Hasan Shahih”]

Dalam riwayat Abdullah bin Mas’ud yg disampaikan sebelum disebutkan bahwa berbakti kpd kedua orang tua hrs didahulukan daripada jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Begitu besar jasa kedua orang tua kita, sehingga apapun yg kita lakukan untuk berbakti kpd kedua orang tua tdk akan dpt membalas jasa keduanya. Di dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma melihat seorang menggendong ibu untuk tawaf di Ka’bah dan ke mana saja ‘Si Ibu’ menginginkan, orang tersebut berta kpd, “Wahai Abdullah bin Umar, dgn peruntukanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku.?” Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, “Belum, setetespun engkau belum dpt membalas kebaikan kedua orang tuamu” [Shahih Al Adabul Mufrad No.9]

Orang tua kita telah megurusi kita mulai dari kandungan dgn beban yg dirasakan sangat berat dan susah payah. Demikian juga ketika melahirkan, ibu kita mempertaruhkan jiwa antara hidup dan mati. Ketika kita lahir, ibu lah yg menyusui kita kemudian membersihkan kotoran kita. Semua dilakukan oleh ibu kita, bukan oleh orang lain. Ibu kita selalu menemani ketika kita terjaga dan menangis baik di pagi, siang atau malam hari. Apabila kita sakit tdk ada yg bisa menangis kecuali ibu kita. Sementara bapak kita juga berusaha agar kita segera sembuh dgn membawa ke dokter atau yg lain. Sehingga kalau ditawarkan antara hidup dan mati, ibu kita akan memilih mati agar kita tetap hidup. Itulah jasa seorang ibu terhadap anaknya.

Keempat
Dengan berbakti kpd kedua orang tua akan diluaskan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dalam hadits yg disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Arti : Barangsiapa yg suka diluaskan rizki dan dipanjangkan umur maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” [Hadits Riwayat Bukhari 7/72, Muslim 2557, Abu Dawud 1693]

Dalam ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dianjurkan untuk menyambung tali silaturahmi. Dalam silaturahmi, yg hrs didahulukan silaturahmi kpd kedua orang tua sebelum kpd yg lain. Banyak diantara saudara-saudara kita yg sering ziarah kpd teman-teman tetapi kpd orang tua sendiri jarang bahkan tdk pernah. Padahal ketika masih kecil dia selalu bersama ibu dan bapaknya. Tapi setelah dewasa, seakan-akan dia tdk pernah berkumpul bahkan tdk kenal dgn kedua orang tuanya. Sesulit apapun hrs tetap diusahakan untuk bersilaturahmi kpd kedua orang tua. Karena dgn dekat kpd kedua insya Allah akan dimudahkan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa dgn silaturahmi akan diakhirkan ajal dan umur seseorang.[1] walaupun masih terdpt perbedaan dikalangan para ulama tentang masalah ini, namun pendpt yg lebih kuat berdasarkan nash dan zhahir hadits ini bahwa umur memang benar-benar akan dipanjangkan.

Kelima
Manfaat dari berbakti kpd kedua orang tua yaitu akan dimasukkan ke jannah (surga) oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa anak yg durhaka tdk akan masuk surga. Maka kebalikan dari hadits tersebut yaitu anak yg beruntuk baik kpd kedua orang tua akan dimasukkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ke jannah (surga).

Dosa-dosa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala segerakan adzab di dunia diantara ialah beruntuk zhalim dan durhaka kpd kedua orang tua. Dengan demikian jika seorang anak beruntuk baik kpd kedua orang tuanya, Allah Subahanahu wa Ta’ala akan menghindarkan dari berbagai malapetaka, dgn izin Allah.

Sunday, July 25, 2010

KISAh pembuangan bayi

Di pagi hari yang nyaman,dua orang sudah lanjut usianya duduk berehat-rehat. Pak Abu dan Pak Majid namanya. Yang Pak Abu membaca surat khabar manakala Pak Majid hanya duduk termenung jauh sambil hisap rokok daun.

Pak Abu: Majid, engkau tengoklah berita hari ini. Ada orang sanggup jual anaknya.
Pak Majid: Hmmmmm. Jawab Pak Majib macam acuh tak acuh je.
Pak Abu: Kot pun terdesak nak duit janganlah jual anak. Banyak lagi cara nak dapat duit. Kerja kat pam minyak ke, jual kacang putih ke, jual surat khabar ke. Betul tak Majid...?
Pak Majid:Hmmmmmmm... Sambil mengembus asap rokok daunnya keluar melalui hidungnya...
Pak Abu: Kau ni kenapa Majid? Takkan berita ini kau tak ambil peduli ke? Ini melibatkan kemanusiaan tahu. Binatang pun tahu nak jaga anaknya.
Pak Majid: Hmmmm....Nilah aku nak bagitau engkau. Kalaulah aku masa muda-muda dulu..Aku jual je anak-anakku tu..
Pak Abu: Hah??? Engkau biar betul Majid!
Pak Majid: Hoii.. Engkau sedar tak sekarang ni berada di mana? Sedarlah Abu....Kita sekarang di RUMAH ORANG TUA. Kalaulah aku tahu perangai anak-anak aku tu macam nilah, dah lama dah aku jual budak-budak tu!
Pak Abu: HEHEHEHEHE....http://www.emoticonizer.com

p/s:citer ini adalah rekaan semata-mata..
tiada kaitan dgn msih hidup ataupun yg tlh meninggal dunia..^__^

CINTA yg MAHA agung..


CINTA....
sering kali kita dgr perkataan ini..
tpi adakah kita phm mksud cinta??
Cinta adalah perasaan istimewa yang dianugerahkan kepada manusia. Cinta menghidupkan jiwa. Cinta menjadikan seseorang bahagia dan merana pada masa yang sama. Sesiapa yang memahami cinta akan menjadi tuannya, bukan hambanya.

Bila kita jatuh cinta pada seseorang, jangan menyiksa diri dengan menganggap bahawa cinta kita tak diterima.
Cinta itu tak pernah ditolak kerana, setiap insan memerlukan, menginginkan untuk dicintai.
Wujudkan cinta itu dengan memberikan sesuatu bukan mengharap harap akan sesuatu sebab, apa yang diberikan kerana cinta selalu datang pada hati kita disaat itu juga.
Kebahagiaan memberi jauh lebih sempurna dari pada kebahagiaan kerana menerima.
Tapi…lain bila kita menginginkan sesuatu yang kita cintai. Keinginan itulah yang memberikan pahit pahit yang menghiris dada…
Jangan menyiksa diri dengan menginginkan sesuatu….
Jangan sia kan cinta dengan beban yang berat mengharap mampu di pikul bahu.
Keinginan memiliki mungkin tak kesampaian…
Tapi…
Percayalah pada diri…
Selalunya cinta yang kita berikan seadanya
Takkan pernah bertepuk sebelah tangan..

http://www.emoticonizer.com

Aku dambakan seorang insan yg tidak lekang daripada mengingati ALLAh..
Aku dambakan seorang insan yg tidak putus2 mendoakan kedua ibu bapanya..
Aku dambakan seorang insan yg mengejar kebahagiaan di akhirat berbanding kebahagiaan di dunia...
Aku dambakan seorang insan yg dahagakan ilmu..
Aku dambakan seorang insan yg memelihara KECANTIKAN dirinya...
Aku dambakan seorang insan yg menjaga pertuturan dan adabnya...

cinta yg sejati datangnyer daripada ALLAH swt~~

Amazing..Subhan ALLAH

subhanallah..
betapa berkuasanye PENCIPTA kita..
harimau liar yg kelaparan tdi...
tlh membaham si kera tdi..
ttpi.. si kera tdi trdpt ank dlm perutnya..
semasa harimau trsbut sdg menyantap HIDANGANnya...
ank kera trsbut tlh kluar drpd prut ibunya..
akibat drpd rse berslh trhdp ank kera trsebut kerana membaham ibunya..
harimau tersbut mnjaga ank kera itu dgn pnuh ksih syg..
sprti mnjage anknye sndiri..
TETAPI....adakah manusia zaman skrg akn melakukan begitu??
skrg bnyk kita dgr bnyk kes pembuangn bayi..ini semakin berleluasa...
adakah MEREKA tidak tkot melakukan dosa??
TEPUK DADA TANYA SELERA...



Thursday, July 22, 2010

Upin dan Ipin Angkasa The Movie

salam..
kali nie nk citer psal stu citer nie..
citer nie skrg dh mle top..
fuhhh~~first2 citer nie kuar time bulan puasa 2 thun lps..
mle2 ingt citer nie x best..
tpi bile dh lme tngok best la plak..
time bukak pose dh terpcak kt dpn tv..
tau x citer pe??
UPIN&IPIN la..
he3...
mle2 adek la kate citer nie best..
tpi azim mmg x lyn....
tpi bile dia dh bukak...tngok jer la......
smbil ngh mkn DESERT yg mak sdiakn...
smbil tngok...tergelk glak la tngok cite tu..
he3..
lgi2 ngn kak ros yg slalu mrah upin n ipin..
ahakz...^___^
harap2 citer nie akn makin bertmbah famous...
skrg nie dlm pembikinan citer upi&ipin the movie...
UPIN&ipIN angkasa..
citer nie kuar thun dpn..
hrap2 la dpt tngok....[thun dpn kne gi PLKN]
yes2..he4..

Monday, July 19, 2010

SekSanya kEmatian....


ASSALAMUALAIKUM WBT...

ari nie...azim nk kongsi serba sedikit psal kematian..
tahukah kita bahawa kematian itu amat terasa sakitnyer??
marilah sama2 kita membaca artikel ini..
moga2 timbul keinsafan dalam hati kita...

Kalaulah aku tahu sakaratul maut itu...

Dahsyatnya Sakaratul Maut, bersediakah kita untuk menghadapinya?

۩ "Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta berkata, "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar." (nescaya kamu akan merasa sangat ngeri) ۩
[Al-Anfal : 50].


۩ "Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawamu !" Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan kerena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya". ۩
[Al- An'am : 93].


"Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang".
(H.R. Ibnu Abu Dunya).

Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada Allah, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar. Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati. Namun demikian peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan.


Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan solat sampai puluhan rakaat dalam sehari semalam dan selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail. Maka bermohonlah ia kepada Allah SWT agar diperkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Allah Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu ke rumah Nabi Idris.


"Assalamu'alaikum, yaa Nabi Allah". Salam Malaikat Izrail,

"Wa'alaikum salam wa rahmatulloh". Jawab Nabi Idris a.s.

Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail. Seperti tamu yang lain, Nabi Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama, namun di tolak oleh Malaikat Izrail. Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan waktunya "menghadap" Allah sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja.

Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan "tamunya" itu ke sebuah ladang di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan.
"Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita". pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s).

"Subhanallah, (Maha Suci Allah)" kata Nabi Idris a.s.

"Kenapa?" Malaikat Izrail pura-pura terkejut.

"Buah-buahan ini bukan milik kita". Ungkap Nabi Idris a.s.
Kemudian Beliau berkata: "Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram".
Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau berasa ingin tahu tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangannya? fikir Nabi Idris a.s.

"Siapakah engkau sebenarnya?" tanya Nabi Idris a.s.

Aku Malaikat Izrail". Jawab Malaikat Izrail.

Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya.

"Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku?" selidik Nabi Idris a.s serius.

"Tidak" Senyum Malaikat Izrail penuh hormat.
"Atas izin Allah, aku sekedar berziarah kepadamu". Jawab Malaikat Izrail.

"Aku punya keinginan kepadamu". Tutur Nabi Idris a.s

"Apa itu? katakanlah!". Jawab Malaikat Izrail.

"Ku mohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Allah SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku". Pinta Nabi Idris a.s.
"Tanpa seizin Allah, aku tak dapat melakukannya", tolak Malaikat Izrail.
Pada saat itu pula Allah SWT memerintahkan Malaikat Izrail agar mengabulkan permintaan Nabi Idris a.s.

Dengan izin Allah, Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s. sesudah itu beliau wafat.
Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Allah SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s. kembali. Allah mengabulkan permohonannya. Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali.
"Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku?" Tanya Malaikat Izrail.

"Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup yang disiat-siat kulitnya". Jawab Nabi Idris a.s.

"Caraku yang lemah lembut itu, baru ku lakukan terhadapmu". Kata Malaikat Izrail.


MasyaAllah, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s. Bagaimanakah jika sakaratul maut dtg kpd kte..??

renung2 kn la wahai umat manusia...
adakah dgn kisah ini sudah membuatkn anda berasa takut??
jdi pelihara lah diri anda drpd melakukan kemungkaran..
AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...